4 Musim Keunikan di Jepang

Empat Keunikan di Jepang. Jepang adalah negara yang terkenal dengan empat musimnya. Haru, Natsu, Aki, dan Fuyu. Keempatnya memiliki ciri khas yang dapat dinikmati. Haru dengan sakuranya, Natsu dengan matsurinya, Aki dengan Momijinya, dan Fuyu dengan festival icenya. Inilah Empat Keunikan di Jepang.

1. Uniknya Musim Semi (Haru) di Jepang 

 


Kita awali dengan musim semi atau Haru. Periodenya antara bulan Maret hingga Mei. Ketika musim ini tiba, suhu udara menjadi hangat dan masyarakat menyambutnya dengan ‘Hanami’. Hanami berasal dari dua kata yaitu Hana yang artinya bunga dan Miru yang artinya melihat. Secara keseluruhan, Hanami memiliki makna yakni  ‘melihat bunga’ (melihat sakura). Tempat paling ramai untuk dikunjungi adalah Oosakajyoukouen (Benteng Osaka), karena banyaknya pohon sakura yang tumbuh sehingga para pengunjung dapat dibuat kagum akan kecantikannya.

2. Uniknya Musim Panas (Natsu) di Jepang

 

Setelah itu musim panas atau Natsu yang terjadi pada bulan Juni hingga Agustus. Pada musim ini, masyarakat Jepang menyambutnya dengan Matsuri atau perayaan musim panas. Selama perayaan berlangsung, para kaum hawa atau adam mengenakan pakaian khas musim panas atau yukata. Mereka juga disuguhkan berbagai macam makanan, minuman, permainan, atau melakukan tarian yang dikenal dengan nama Bon Odori. Di penghujung acara, hanabi atau kembang api akan dinyalakan, pemandangan itulah yang paling ditunggu-tunggu oleh para pengunjung ketika malam tiba.





Perayaan musim panas atau Matsuri juga sering diadakan oleh Masyarakat Indonesia, seperti di sekolah atau tempat-tempat yang berhubungan dengan kejepangan. Namun, ada beberapa perbedaan dari acara yang ditampilkan seperti tarian dan adanya costplay. Kalau di Indonesia, jarang digunakannya omikoshi yang diletakkan di tengah-tengah penari. Dan untuk mengiringi tarian juga menggunakan irama yang  berbeda. Di Jepang, irama musiknya halus dan tenang. Sedangkan di Indonesia, iramanya cepat dan energik. Costplay atau permainan kostum juga menjadi bagian penting dalam Matsuri di Indonesia . Mereka yang tergila-gila dengan tokoh anime akan berdandan seperti idolanya dari baju, akesesoris hingga make up yang digunakan.



3. Uniknya Musim Gugur (Aki) di Jepang

 

Selanjutnya terdapat musim gugur atau Aki yang terjadi pada bulan September hingga November. Pohon momiji yang tumbuh ketika musim ini tiba membuat negeri sakura ini menjadi sejuk dan unik. Keunikan yang dipancarkan berasal dari warna daun yang memiliki empat warna. Warna yang pertama adalah hijau seperti warna daun biasa, kemudian berubah menjadi coklat, merah, lalu kuning.





Bagi mereka yang sudah  pernah menyaksikannya, warna ketigalah yang sangat dinikmati karena dinilai jarang menjumpai daun dengan warna tersebut, dan fenomena ini tidak akan disia-siakan oleh masyarakat untuk berfoto bersama. Ketika mendekati akhir musim, warna merah berganti menjadi kuning, disaat itulah masyarakat Jepang bersiap-siap menyambut pergantian musim.


4. Uniknya Fuyu (musim) dingin di Jepang

 

Terakhir adalah Fuyu atau musim dingin yang terjadi pada bulan Desember hingga Februari. Dinginnya udara membuat kulit menjadi kering. Siang dan malam, sisi jalan akan dipenuhi oleh tumpukan salju sehingga perjalanan menjadi terhambat. Meskipun begitu, masyarakat tetap menikmatinya, seperti bermain ski, membuat boneka salju atau membuat berbagai macam ukiran cantik dari balok es. Di Hokkaido biasanya diadakan festival salju terbesar di Jepang yang dikenal dengan nama Sapporo Yuki Matsuri.



Acara ini berlangsung di kota Sapporo selama seminggu pada awal Februari. Disana, pengunjung dapat melihat berbagai macam bentuk yang diukir seperti miniatur bangunan terkenal atau tokoh anime, semuanya terbentuk dari es dan salju. Belum sampai disitu, ketika malam tiba pengunjung akan dikejutkan dengan warna-warni lampu yang indah mengelilingi setiap sudut ukiran. Cantik dan menganggumkan.


Bagi warga asing khusunya negara yang tidak memiliki empat musim seperti Indonesia, merasakan empat musim adalah hal yang luar biasa, apalagi jika merasakan hangatnya musim semi dan dinginnya musim salju. Tetapi, kita dapat mengambil hal postif dari hubungan baik mereka terhadap alam dengan menjaga dan menikmatinya sebagai bentuk rasa syukur atas keindahan alam yang diberikan oleh Maha Pencipta.




Komentar