Keindahan West Lake di Hangzhou ( China )

Begitu banyak pujian, lukisan, dan peribahasa yang menggambarkan keindahan kota Hangzhou. Bahkan menurut cerita, Marco Polo menyebut kota ini bagaikan surga karena kecantikannya. Kenny Santana membuktikan kata-kata sang petualang legendaris ini.

Berjarak 200 kilometer dari kota Shanghai, Hangzhou memang populer di kalangan pelancong yang menginginkan suasana berbeda dari kerumunan gedung-gedung tinggi Shanghai. Hangzhou menyediakan suasana alam yang meneduhkan dengan danau West Lake, berbagai bangunan tua bersejarah serta pertunjukan budaya khas Cina.


West Lake memang pusat dari semua kegiatan wisata di Hangzhou. Dengan ukuran keliling yang mencapai 15 km, dibutuhkan kendaraan untuk mengelilingi seluruh danau. Anda juga bisa membeli tiket kapal untuk mengitari West Lake, yang termasuk tiket ke pulau Xiaoying. Berhenti di Pulau Xiaoying atau San Tan Yin Yue, pulau yang dulunya merupakan biara Buddha ini sekarang dipenuhi wisatawan yang menikmati rindangnya pepohonan, kicauan burung, dan bangunan-bangunan bergaya tradisional. Salah satu bangunan terkenal di pulau ini adalah jembatan Nine Bend Bridge yang dibangun di tahun 1727. Jalurnya sengaja dibentuk zig-zag, menurut kepercayaan untuk menghindari arwah jahat.
Dari salah satu lokasi pulau, pengunjung dapat menyaksikan Three Pools Mirroring the Moon, tiga pagoda kecil di tengah West Lake yang dibangun ratusan tahun lalu. Sampai sekarang pada saat bulan purnama, beberapa lilin yang diletakkan di pagoda menciptakan gabungan permainan cahaya dengan pantulan bulan di danau bak pemandangan di lukisan klasik Cina. Tiga pagoda yang juga diabadikan pada uang 1 yuan ini, dianggap sebagai landmark yang paling penting dari West Lake.
Kami kemudian melanjutkan perjalanan dengan kembali menaiki kapal ke arah Yue Fei Mu, sebuah wihara sekaligus makam pahlawan Cina, Yue Fei. Sebelumnya, kami berjalan kaki menyusuri Su Causeway di mana pengunjung dapat menikmati indahnya danau, perkebunan lotus di Quyuan Garden, serta berbagai jembatan menawan berarsitektur Oriental.


Selain kekayaan alam, Hangzhou juga memiliki beberapa bangunan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Mengikuti rute kami dari West Lake, salah satunya makam Yue Fei, seorang jenderal Cina dari abad ke-19, yang terletak tepat di sisi danau. Yue Fei menjadi terkenal karena setelah memimpin pasukan Song ia dipancung karena difitnah oleh perdana menteri Qin Hui. Di makam ini juga terdapat patung-patung batu Yue Fei dan anaknya, yang juga dieksekusi beserta seluruh keluarga Qin Hui.
Di bukit Feilai Feng, sebelah barat kota, terdapat salah satu wihara terbesar di Cina, Lingyin Si yang dibangun pada tahun 326. Wihara yang pernah hancur pada abad ke-19 dan ke-20 ini akhirnya dibangun ulang oleh Zhou Enlai pada masa Cultural Revolution. Meskipun tidak sebesar zaman keemasannya, Lingyin Si tetap patut dikunjungi. Terdapat beberapa bangunan di bukit ini, di antaranya Great Buddha Hall dengan patung Buddha dari tahun 1945 setinggi 20 meter yang diukir dari kayu. Masih di lokasi yang sama, terdapat juga Ligong Pagoda yang dibangun untuk menghormati biksu dari India, Hui Li. Yang mengagumkan dari bukit ini adalah banyaknya ukiran batu patung Buddha di dinding-dinding gua.
Beralih ke sisi lain kota Hangzhou, kami mengunjungi Six Harmonies Pagoda yang dibangun pada tahun 970 di dekat sungai Qiantang. Pada zaman dahulu pagoda ini digunakan sebagai mercu suar sampai zaman dinasti Ming. Di tiap lantainya terdapat ukiran batu yang berbeda-beda coraknya, mulai dari lotus, merak sampai burung phoenix. Ketika sampai di puncak pagoda di tingkat ketujuh, pengunjung dapat menikmati pemandangan kota Hangzhou dari ketinggian 60 meter.
Selain Six Harmonies Pagoda, pastikan Anda juga mengunjungi Leifeng Pagoda yang berada di sebelah selatan West Lake. Pagoda yang direnovasi pada tahun 2002 ini banyak menarik pelancong karena di dalamnya terdapat reruntuhan pagoda yang asli. Selain itu, di salah satu lantainya dipajang ukiran kayu yang begitu detail mengenai legenda Ular Putih. Di lantai teratasnya yang terbuka, Anda bisa mendapatkan pemandangan paling mengesankan dari West Lake. Juga terdapat teropong untuk melihat Xiaoying Island dengan Three Pools Mirroring the Moon-nya dengan lebih jelas.

Salah satu hasil alam paling terkenal milik Hangzhou adalah teh hijau Longjing, dan tidak ada tempat terbaik untuk menikmati teh tersebut daripada Longjing Village sendiri. Di sini pengunjung dapat berjalan menyusuri perkebunan teh dan melihat proses pembuatan, mulai dari pemotongan, pemisahan dan pengeringan, sampai menjadi teh yang siap diminum.
Sempatkan pula untuk mengunjungi Tea Museum di kawasan yang sama. Sejarah dan perkembangan mengenai teh dari zaman ke zaman menjadi lebih interaktif dengan model manekin, mesin kayu untuk memproses daun teh, dan teko-teko teh dari masa lampau. Sebelum keluar museum, mampirlah ke toko kecilnya di mana berbagai jenis teh dalam kemasan serta pernak perniknya dapat dibeli sebagai oleh-oleh.
Sekitar lima menit berkendara dari Tea Museum terdapat restoran yang pantang dilewatkan bernama Green Tea. Kami menyukai semua menu yang kami pesan, mulai dari Beef Temptation, Deep Fried Dough Stuffed with Pineapple & Shrimp, sampai dessert kebanggaan mereka, Home-made Bread Topped with Ice Cream, yang kami nikmati bersama, tentu saja, secangkir Longjing Tea. Atmosfer restoran yang bak suasana hutan dengan meja-meja kayu dan pepohonan di dalam ruangan menambah nikmat pengalaman bersantap tak terlupakan ini.


Hangzhou juga memiliki sisi modern, dan kami menyukai Xihu Tiandi West Lake, kompleks berbagai toko dan café, mulai dari Starbucks, Segafredo sampai resto dan butik lokal. Nikmati waktu yang terasa berjalan lebih lambat saat matahari terbenam di balik danau West Lake.
Untuk berbelanja, di Wulin Square terdapat berbagai merk kenamaan. Atau jika ingin membeli cinderamata dan pernak pernik khas Cina, Anda bisa mengunjungi He Fang Old Street, yang menjual berbagai jenis pakaian, suvenir sampai the Longjing. Di sini juga terdapat makanan Muslim halal, Mutton Soup, yang berada di 64 Zhong Shan Zhong Lu. Restoran ini menyajikan menu lezat dengan harga terjangkau dan pelayanan yang cepat.


Setiap kali saya ke Cina dan kota yang saya kunjungi mementaskan Impression Show karya sutradara Zhang Yimou, saya selalu berusaha untuk menontonnya Pertama kali saya menyaksikan Impression Show dan terpukau bukan kepalang adalah di Yangshuo, sebuah kota kecil di dekat Guilin. Bayangkan pementasan akbar seperti pembukaan Olimpiade 2008 Beijing hasil buah karya Zhang Yimou, namun lebih luar biasanya lagi dipanggungkan di danau West Lake dengan latar belakang pegunungan, pagoda, dan jembatan berarsitektur China.
Hangzhou juga memiliki Impression Show dengan cerita dan koreografi yang berbeda. Khusus untuk Hangzhou, Zhang Yimou menceritakan legenda Ular Putih yang memang berasal dari kota ini. Perpaduan nyanyian merdu berbahasa Mandarin, tarian elegan, permainan cahaya dengan props yang sebesar aslinya. Dengan megahnya pemandangan alam Hangzhou yang kolosal menjadikan pertunjukan ini wajib tonton.


Untuk berpelesir di Hangzhou, saya menyarankan untuk tinggal di Hyatt Regency Hangzhou, hotel berbintang lima dengan fasilitas restoran, spa, serta pelayanan kelas satu. Lokasinya persis di sisi West Lake dan berada di pusat keramaian, sehingga Anda hanya perlu lima menit berjalan kaki untuk dapat menyaksikan Water Fountain Light Show di West Lake atau berbelanja di jalanan utama Wulin square. Untuk mencapai Hangzhou, dari Shanghai Anda bisa menggunakan high-speed train dengan jarak tempuh hanya 45 menit. Selama di Hangzhou, terdapat banyak taksi dengan tarif terjangkau untuk berpindah tempat. Pastikan concierge hotel telah menuliskan nama tempat tujuan dalam bahasa Mandarin.

Komentar